Pages

Thursday, June 28, 2012

Jangan sampai anak tergantung pada layar dua dimensi



Jangan sampai anak tergantung pada layar dua dimensi dan kehilangan interaksi

AMERIKA SERIKAT, Jaringnews.com - Pada masa kanak-kanak, anak perempuan akan tumbuh dengan boneka sebagai salah satu mainan favorit mereka. Namun, gadis kecil hari ini ternyata menjadi lebih tertarik pada permainan komputer daripada boneka. Hal yang sama terjadi pada anak laki-laki yang berpaling dari lego ke gadget modern seperti iPod, Playstations dan Xbox.

Sebuah studi menemukan, daftar mainan favorit anak telah berubah selama 50 tahun terakhir. Penelitian dilakukan perusahaan E.ON pada 2.000 anak menemukan mainan elektronik diperkenalkan pada 1980 dengan Nintendo Game Boy.


Mainan ini kemudian berkembang menjadi permainan modern konsol seperti Playstation oleh Sony, Xbox oleh Microsoft dan Wii oleh Nintendo. Mainan elektronik kini bahkan menjadi mainan paling populer anak-anak di abad 21. Mainan kontruksi menempati urutan kedua dengan 18 persen dipilih anak sebagai favorit. Tempat ketiga adalah boneka yang menjadi pilihan 16 persen anak.

"Boneka mungkin tidak lagi menjadi mainan utama bagi anak perempuan, tapi saya tidak melihat mereka akan benar-benar ditinggalkan dalam waktu dekat", kata Aktivis kampanye permainan anak Adrian Voce OBE seperti dilansir Daily Mail.

Melalui boneka, anak dapat memainkan peran orang yang berbeda dalam kehidupan nyata anak atau fantasi dan mereka dapat memainkan figur orangtua. " terpenting adalah anak dapat benar-benar bermain", ujarnya

Riset ini juga menemukan jumlah anak yang memiliki mainan yang dioperasikan dengan baterai meningkat tiga kali lebih banyak dari pada tahun 1950, dari 10 persen menjadi 34 persen. Bahkan, permainan yang menggunakan papan mengalami penurunan terbesar dari 12 persen pada tahun 1950 menjadi 3 persen pada 1990-an.

Para  ahli mengatakan, kurangnya waktu orangtua menemani anak bermain mendasari tren ini. Sehingga orangtua lebih mudah meninggalkan anak di depan layar daripada melibatkan mereka dalam permainan.

"Penting untuk tidak melabel gadget sebagai sesuatu yang jahat, karena anak membutuhkan alat ini untuk memahami dunia yang semakin terkomputerisasi. Tapi jangan sampai anak tergantung pada layar dua dimensi dan kehilangan interaksi serta membangun kemampuan motorik dan koordinasi tangan dan mata", tulis penelitian itu.

No comments:

Post a Comment